Ketika Bayi Tumbuh Gigi, Ini Yang Harus Dilakukan Ibu

gigi bayi

Setelah Melakukan penamaan pada bayi diumur 7 harinya setelah sang ibu melahirkan, nama tersebut selalu menjadi hal lama dipikirkan apalagi penamaan untuk nama bayi perempuan modern. Secara sekarang adalah zaman modern.

Setelah melakukan pemberian nama, sang bayi selanjutnya akan tumbuh kembang, yaitu secara fisik akan lebih terlihat, terutama pada gigi bayi.

Senyuman bayi pastinya semakin lucu apalagi masa telah tumbuh gigi. Beberapa anak mempunyai waktu timbulnya gigi berlainan tetapi waktunya tidak dapat dipastikan. Umumnya anak kecil keluarnya gigi baru dalam umur antara empat bulan ke 1 tahun. Walaupun terkadang terdapat yang kurang amaupun lebih.

Meskipun terdapat perbedaan momen timbulnya gigi pada bayi namun gejala yang dialami pada beberapa bayi hampir sama. Di momen tersebut merupakan suatu masa ketidaknyamanan dan rasa nyeri pada gusi si bayi. Sehingga bayi bakal rewel atau sering menangis. Tapi bagi para ibu tak usah panik, sebab itu merupakan tanda-tanda anak kecil munculnya gigi. Dengan begitu perlu diketahui bagaimana ketika tanda-tanda bocah timbulnya gigi tersebut sehingga seorang ibu dapat memahami hal tersebut.

Rasa nyeri pada gusi

Terjadinya rasa sakit pada saraf lunak pada gusi sebab dari infeksi. kebanyakan timbulnya gigi pertama akan terasa sakit, sama pula pada saat pertumbuhan gigi geraham yang terlihat menjadi yang teramat menyakitkan. Ibu tak perlu bingung, sebab seiring dengan keluarnya gigi si bayi yang terus merata, perlahan-lahan si kecil akan merasa terbiasa dengan keluarnya gigi dan perasaan gak enak di hari nanti.

Sering mengeluarkan air liur

Pada timbulnya gigi bisa merangsang pengeluaran air liur di mulut bocah. Sehingga tidak heran apabila Ibu kerap melihat mulut anak kecil sering mangap dan air liur keluar dari mulutnya.

Sering Menggigit

Tekanan terhadap pertumbuhan gigi yang akan keluar dari gusi menjadikan rasa nyilu pada gusi anak kecil. Hal itu bakal menyebabkan ketidaknyamanan pada kondisi anak kecil tersebut. Ngga hanya itu juga, perasaan geli danĀ  sedikit geram atau istilahnya geregetan, terhadap gusinya anak anda, menjadikan bayi ingin selalu melampiaskan dengan menggigit suatu benda dan barang yang dipegang. Apalagi mungkin sering kejadian malah sampai menggigit pentil ibu ketika sedang menyusui.

Batuk-batuk

Jatuhnya air liur yang banyak sebab pertumbuhan gigi mengakibatkan anak kecil mudah tersendak bahkan sampai batuk-batuk. Itu terjadi sebab banyaknya air liur yang memenuhi mulut. Tapi kalau tak ada timbulnya gejala flu, pilek, atau alergi mestinya ciri yang satu ini tak menjadi rumit. Namun jika memang mengalami batuk-batuk terus dapat jadi bocah gejala sakit akibat virus dan sebagainya.

Ruam pada dagu atau wajah

Tak sekedar ngences dan batuk-batuk, pengeluaran air liur yang begitu banyak sepanjang waktu timbulnya gigi pula mengakibatkan keluarnya ruam kulit yang meranggas di bagian area mulut, dagu, terkadang di leher. Pemicunya yaitu bersentuhan langsung dengan air liur tersebut. Oleh karena itu, Ibu semestinya selalu mengelap air liur bayi menggunakan sapu tangan yang halus guna mengurangi munculnya ruam. Walaupun, apabila ruam telah terbentuk, balurkan krim maupun lotion pada anak kecil dengan lembut dan aman untuk si bocah.

Tidak Nafsu Makan

Adanya rasa sakit di gusi saat timbulnya gigi tak sekedar menyebabkan anak kecil merasa tak enakan, melainkan juga dapat menghilangkan nafsu makan. Apalagi ketika menyusu saja dapat menjadikan gusi nyilu. Oleh sebab itu, tak perlu heran jika bocah menolak diberi makanan padat maupun susu saat giginya sedang tumbuh.

Sering Rewel

Gusi bocah yang dirasakan nyilu akan menjadikan si kecil sering rewel. Hal tersebut sangatlah wajar sebab mengalami ketidaknyamanan yang diderita si bayi sebenarnya bukan cuma disebabkan oleh nyilu gusi, tapi juga dipengaruhi oleh prosesnya sel-sel di gusi yang mati dan pecah biar gigi bisa muncul keluar. Tidak heran jika menjadikan si anak rewel malah hingga kendala kesehatan.

Terjadinya Demam

Kebanyakan sering kali terjadi infeksi terhadap tubuh bakal menyebabkan demam, seperti juga dengan peradangan yang terjadi terhadap gusi karena pertumbuhan gigi. Namun demam yang terjadi kebanyakan sekedar demam kecil saja, sehingga mampu diatasi dengan sederhana di rumah.

Hematoma gusi

Gejala keluarnya gigi pada bayi perempuan yang telah terbukti yakni hematoma atau terjadinya pendarahan di bawah gusi. Dibuktikan dengan kepalan kemerahan pada bawah gusi contohnya gusi bengkak. Namun Ibu gak mesti sedih, karena gejala ini akan sembuh dengan sendirinya saat gigi sudah berkembang. Dalam mengatasi nyilu, Ibu juga dapat memberi bantuan melalui kompres dingin.

Sulit tidur nyenyak

Adanya mengalami nyeri membuat bocah merasa gak nyaman sehingga anak jarang tidur dengan nyaman. Biasanya, Ibu menenangkannya dengan cara menyusui. Walaupun sering kali menyusui bahkan bakal membuatnya lebih nyeri efek gesekan antara puting Ibu dan gusi bocah. Untuk memberinya ketenangan, Ibu dapat membuat bayi kalem dengan cara menepuk-nepuknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *